Dua Tahun telah berlalu. Ya, Masih segar diingatan saat musibah tragis yang menimpa aku dalam sebuah petualangan di Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara.
Kejadian ini bermula saat aku hendak bertemu terhadap sahabatku sebelum pulang ke Gorontalo seusai legalizir ijazah sarjana yang kumiliki di Universitas Haluoleo tempat aku pernah menimba ilmu, maklumlah Kendari telah kutinggalkan sekitar 2 tahun. namanya DWI ATMANTO dia sangat berarti bagiku, ya.. Tiga tahun bersama berbagi suka duka dan duka didalam kamar 2x3 meter dan itu yang membuatku ingin memberikannya sebuah kejutan dengan singgah di kampunghalamannya Desa Tambak Bulu Kabupaten Bombana sekitar 30O Km dari Kendari. Dengan mengendarai sebuah motor bersama salah seorang keluarga kamipun berangkat kesana dan sempat singgah disalah satu warung saat memasuki Kabupaten Bombana guna sekedar melepas lelah dan ngopi sejenak.
Disinilah awal petaka menimpaku, dalam warung kopi masyarakat banyak terlihat membawa golok, wajan (tempat penggorengan) dan beberapa alat kerja seperti Cangkul, sekop dan linggis. Mereka sibuk bercerita tentang hasil perolehan mereka yakni EMAS. Bahkan salah seorang memperlihatkan kepadaku serpihan emas bahkan ada yang sebesar biji beras,jagung dan jari kelingking orang dewasa yang ditaruhnya di dalam dua botol minuman mineral penuh dengan butiran emas. "ini kita dulang 3 hari lalu pak, dirumah masih ada 3 Kg," ungkap Pak Halim yang mengaku berasal dari SP 6 tak jauh dari warung ini. WOW sungguh luar biasa.
Ya, Aku sampai melongo menyaksikan beberapa warga memperlihatkan emas yang berhasil diperolehnya kepadaku. "Hal ini masih Rahasia Pak, Emas ada disini baru ketahuan kurang lebih sepekan ini," Katanya seraya menaruh telunjuknya di bibir.
jiwa petualangku sepertinya meruntuhkan niat awalku sehingga tanpa babibu kuajak teman seperjalananku untuk menembus lokasi penambangan Emas yang dimaksud. Aku sedikit kaget dan heran, ternyata lokasi tambang tersebut merupakan tempat yang tak asing bagiku sebab telah beberapa kali aku disana, maklum lokasinya tepat areal cagar alam yang banyak dihuni hewan rusa, seingatku pertama kali aku kesini bersama xxxxxx teman satu Fakultas saya yang mengajakku berburu rusa bersama bapaknya dan dari situlah aku mengetahui bahwa Kakek xxxx merupakan "mata lalang" atau penunjuk jalan bila beberapa Jendral atau Petinggi dari pusat bahkan orang terkuat masa Orde Baru saat berburu diwilayah itu. "Ini lokasi Favorit Pak xxxxxx, bahkan konon dia bilang di sini, Konawe dan Kolaka merupakan tanah dibawahnya berlapis Emas dan Intan namun waktunya belum sekarang untuk dipergunakan, kalau ada emasnya kenapa tidak digali saja" ungkap temanku beberapa waktu lalu yang konon mengutip cerita kakeknya.
Aku tersenyum simpul, pantaslah dulu daerah ini merupakan kawasan paling terlarang untuk dimasuki jaman itu, bahkan sudah menjadi rahasia umum kalau sampai memasuki bahkan akan ditembak karena dikhawatirkan akan merusak populasi satwa didalamnya. waktu telah senja, mau tidak mau kita harus menginap dilokasi tersebut namun karena tak memiliki tenda kamipun hanya beralaskan jas hujan yang senantiasa ada dibawah jok motor.
Dalam tidurku aku bermimpi didatangi oleh seorang perempuan cantik dan seorang nenek yang berwajah buruk, kata sang nenek cucunya ini telah lama dijaganya dan meminta agar membawanya untuk hidup bersama saya. Jelas saya menolaknya dengan halus, tapi ternyata penolakan itu membuat nenek itu berang dan berkata kalau begitu aku harus segera meninggalkan tempat ini atau hal buruk akan menimpaku, serta merta ucapan nenek tersebut membangkitkan adrenalinku seraya membentak akupun menantangnya dengan berkata dalam hidupku aku tak mengenal kamus rasa takut selain kepada Pencipta langit dan Bumi. "Buktikan ucapanmu, Indra tak pernah takut oleh siapapun selain Tuhannya," ucapku, nenek itu tertawa dengan sangat kuatnya dan tak lama aku merasakan panas sekujur tubuhku, alangkah terperanjatnya aku saat mengetahui kakiku telah terbakar seakan2 telah tersiram oleh bensin padahal tempat tidurku sedikit berjauhan dengan lokasi api unggun. Refleks aku segera berguling2 untuk memedamkan api yang ada ditubuhku, dalam hati aku berdoa "Ya Allah kalau memang aku harus mati karena takdirmu ditengah belantara ini aku ikhlas, namun bila ada makhluk lain yang ingin mengambil kekuasaan-MU terhadapku selamatkanlah aku," berulang kali kubaca dalam hati.
Entah usai membaca doa tersebut tiba2 api ditubuhku langsung padam namun rasa sakit masih menderaku dan anehnya khusus untuk kaki kiriku sampai hari ini menjadi belang sama persis seperti luka habis terbakar.
paginya saya meminta kepada keluarga saya untuk langsung pulang saja, pasalnya aku terasa trauma dengan kejadian tersebut bahkan sampai hari ini akupun belum sempat kembali lagi untuk bersua dengan sahabatku disebabkan aku sudah harus kembali ke Gorontalo.
Nb. Diangkat berdasarkan kisah nyata, Maaf aku menggunakan nama XXXX guna menjaga privasi.
Daun Pisang Aneh
-
Kejadian menggemparkan terjadi di Desa Ilotidea Kecamatan Tolango Kabupaten
Gorontalo, ribuan masyarakat berbondong-bondong berdatangan untuk
menyaksikan s...
16 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar